Malam ini aku bersyukur mendapat ilmu yang sangat mengagumkan dari seorang "guru" yang aku temui di pinggir restoran. Ya.. dia adalah seorang penjual balon. Ketika keluar dari restoran, teman ku melihat seorang penjual balon berdiri lemas dengan seorang anak yang sedang menangis meronta-ronta di tanah. Hati jadi gak menentu. Tetap melihat si bapak beserta anaknya dari kejauhan. Miris memang. Disaat ada begitu banyak orang yang menghabiskan begitu banyak uang untuk sekali makan, ada sesosok bapak berdiri lesu yang tidak diketahui apakah sudah berbuka puasa atau belum. Walaupun beliau mengakui sudah berbuka, tetapi rasanya tidak terlalu meyakinkan. Dan ketika didalam restoran, pengunjung mampu menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk sekali berbuka, sedangkan diluar si bapak mengais rezeki dengan menjual balon seharga 10 ribu dan itupun tidak ada pembeli.
Coba kita renungkan, kita bahkan bisa menghabiskan puluhan ribu bahkan ratusan ribu hanya untuk sesuatu yang mubazir dalam 1 hari. Sedangkan si bapak, mesti mengumpulkan ribu demi ribu untuk tetap menghidupi diri dan keluarga. Rasa hati makin tidak menentu ketika bercermin kepada diri sendiri. Kita terkadang bahkan tidak pernah puas dan sering mengeluh dengan apa yang kita miliki. Coba liat sekitar, ada begitu orang yang kekurangan yang tetap berusaha tegar dan tawakal kepada Allah. Terus terang aku merasa malu ketika intropeksi diri.
Aku belajar banyak hari ini. Belajar untuk tetap bersyukur dengan rezeki yang Allah berikan kepada ku selama ini. Dan belajar bebagi dengan sesama walaupun mungkin tak berarti. Terima kasih pak.. Semoga Allah selalu bersama mu.. :)

